Minggu, 28 Februari 2016

✿ Habib Ali Zaenal Abidin al-Hamid : Setan Tidak Memaksa Manusia untuk Berbuat Jahat, Tapi…




[Hanya Sebuah Nasehat]
✿ Setan Tidak Memaksa Manusia untuk Berbuat Jahat, Tapi…

Dalam salah satu kajiannya yang dipublish di Youtube oleh Cocombe, Habib Ali Zaenal Abidin al-Hamid menyampaikan sebuah ceramah pendek terkait karakter setan dan cara yang mereka tempuh dalam menjerumuskan manusi.

Berikut ini transkrip lengkapnya :

Setan mengalir di dalam tubuh manusia umpama aliran darah. Maknanya apa? Di setiap penjuru badan manusia menjadi tempat untuk disiasati oleh setan, di manakah letak kelemahan orang itu untuk dimasuki (digoda) oleh setan.

Ada orang yang kelemahannya pada harta, maka setan akan masuk ke dalam orang itu melalui pintu harta agar mereka bersifat rakus, tamak, perompak, korupsi, rishwah (suap), dan lain sebagainya.

Ada orang yang kelemahannya menghendaki tahta. Dari pintu tahta itulah setan akan masuk. (Maka orang itu akan digoda) untuk melakukan berbagai cara agar tercapai hasrat terhadap jabatannya.

Ada orang yang kelemahannya melalui perempuan. Maka ia diganggu melalui pintu perempuan.

Ada orang yang kelemahannya membuang-buang waktu di depan komputer, maka setan menggodanya untuk terus-menerus mengomentari (postingan) orang.

Berapa banyak orang yang menghabiskan waktu di depan komputer untuk mencari-cari persoalan (perdebatan), untuk bantai sana, hantam sini? Di mana saja, dia selalu berkomentar. Dan berjam-jam menghabiskan waktu di depan komputer!

Setan pandai. Setan melakukan kajian (untuk mencari kelemahan manusia).
Namanya juga setan. Dia akan masuk melalui pintu di mana manusia memiliki kelemahan di dalamnya, dari pintu itulah setan akan masuk.

Setan tidak memiliki kekuasan kepada manusia untuk menggoda secara langsung. Oleh karena itu, ketika Allah Ta’ala menyebutkan sifat setan, Dia berfirman, “Min syarril was wasil khannas (dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi).”

(Oleh karena itu), berlindunglah kepada Allah Ta’ala dari bahaya was-was. Siapa yang dimaksudkan dengan was-was? Setan! Kenapa setan diberi nama was-was? Sebab setan hanya mengilhami, menipu, menyuarakan, meminta, merayu, atau berbicara.

Manusia tidak dipaksa oleh setan untuk melakukan keburukan, tapi ditipu saja.

Setan itu cerdik. Licik. Dia akan kaji manusia terkait di mana letak kelemahannya. Karena tidak semua manusia ditipu oleh setan melalui pintu yang sama. Setan akan mencari titik terlemah manusia. Di titik itulah setan akan memasukkan godaan ke dalam diri manusia.

Orang yang cerdik akan bermuhasabah, akan melihat ke dalam dirinya; di mana letak kelemahannya, di situlah dia akan memperkuat diri sehingga setan tidak menggoda melalui pintu tersebut.

Wallahu a’lam.

[Oleh : Pirman]


Salam buat istri :
‘Siti Nurjanah’


✿ Munculnya LGBT di Akhir Zaman telah Diprediksi oleh Nabi.




[Hanya Sebuah Nasehat]

✿ Munculnya LGBT di Akhir Zaman telah Diprediksi oleh Nabi.



Tak ada satu pun perkara yang disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan terjadi di masa depan melainkan pasti terjadi.



Syaikh Musthafa Muhammad Abu Al Mu’athi mengumpulkan puluhan peristiwa yang disabdakan Rasulullah akan terjadi di masa depan. Sekitar separuh dari peristiwa-peristiwa itu telah terjadi, menjadi bukti bahwa apa yang disabdakan Rasulullah pasti benar.



Misalnya sabda Rasulullah tentang apa yang akan dialami oleh para sahabat. Bahwa Umar bin Khattab akan mendapatkan Ilham. Bahwa Umar bin Khattab dan Utsman akan mati syahid sementara Abu Bakar akan masuk surga tanpa mati syahid. Dan beragam hadits lain yang kemudian terbukti, bahkan ketika Rasulullah masih hidup.



Sejumlah hadits Rasulullah tentang umat Islam dan dunia setelah beliau wafat juga telah terbukti. Misalnya munculnya nabi palsu, meluasnya wilayah Islam, ditaklukkannya Baitul Maqdis, ditaklukkannya Konstantinopel, dan berbagai peristiwa lainnya yang telah terjadi.



Selain menggunakan kalimat berita bahwa nanti akan terjadi begini, akan datang sebuah masa, dan kalimat senada lainnya, Rasulullah juga kadang mengabarkan apa yang akan terjadi di masa depan dengan kalimat yang menunjukkan kekhawatiran. Dan tidak ada satu pun yang dikhawatirkan Rasulullah akan terjadi pada umatnya, melainkan perkara itu kemudian benar-benar terjadi satu per satu.



Salah satunya adalah fenomena merebaknya pengidap LGBT. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda pada 14 abad yang lalu dan kini benar-benar terjadi.

“Sesungguhnya perbuatan yang paling kutakuti akan menimpa umatku adalah perbuatan yang dilakukan oleh kaum Luth” (HR. Ibnu Majah).



Dalam hadits berderajat hasan ini, Rasulullah mengkhawatirkan umatnya akan melakukan perbuatan sebagaimana perbuatan kaum Nabi Luth yakni homoseks.



Hari-hari ini, kita mendapati fenomena yang membuat miris. LGBT muncul ke permukaan secara terang-terangan. Pelaku LGBT kini bukan hanya orang-orang Barat dan non muslim tetapi juga tidak sedikit yang merupakan WNI dan mengaku sebagai muslim.



Selain melakukan perbuatan yang dilaknat Allah itu, mereka juga menggalang gerakan dukungan agar LGBT bisa diterima di masyarakat. Sungguh, selain ini menunjukkan bahwa apa yang disabdakan Rasulullah benar-benar terjadi, juga mengundang laknat sebagaimana sabda beliau yang lain:

“Sungguh dilaknat orang yang melakukan perbuatan seperti yang dilakukan kaum Luth” (HR. Ahmad; hasan).



Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita. Serta menguatkan kita untuk berdakwah menyembuhkan para pengidap LGBT agar mereka sadar dan kembali bertaubat.



[Oleh : Muchlisin BK]


********************

☆ Salam buat isteri :
‘Siti Nurjanah’



 
;