Minggu, 28 Februari 2016

✿ Teman Baik Selalu Dicari, Teman Jahat Dihindari.




[Hanya Sebuah Nasehat]
✿ Teman Baik Selalu Dicari, Teman Jahat Dihindari.

Sebagai makhluk sosial, manusia tentu memerlukan teman dalam kehidupannya. Namun demikian, seseorang harus mencari teman baik dan menjauhi teman jahat. Sebab, kehidupan seseorang akan terpengaruh oleh temannya.

Alangkah senangnya jika seseorang mempuyai teman baik yang lembut kata-katanya dan santun bahasanya. Itulah orang yang hidup bahagia.
Sungguh, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
“Tiada lemah lembut dalam suatu hal kecuali menjadi perhiasan baginya, dan tidak tercerabut dari suatu hal kecuali mengotorinya.”

Lembut dalam bertutur kata, senyum yang tersungging di wajah dan sapaan yang berbudi saat berjumpa adalah perhiasan-perhiasan yang senantiasa dikenakan oleh orang-orang yang berbahagia.

Seandainya ia jatuh menimpa bunga tidak akan mematahkannya, karena Allah Ta’ala meletakkan sugesti dalam lemah lembut yang tidak diberikan pada sikap keras dan kaku.

Ingat, di kalangan manusia ada orang-orang yang kedatangannya selalu dinantikan, gerak-geriknya selalu menjadi perhatian, hati-hati berbunga dan jiwa-jiwa berbahagia dengan keberadaannya.

Sebab, mereka adalah orang-orang yang dicintai tutur katanya, saat memberi, menerima, membeli, menjual, berjumpa dan berpisah dengannya. Semuanya mereka lembari dengan keramahan dan kesopanan.

Menarik teman merupakan suatu seni yang dapat dipelajari dan secara nyata telah dikuasai oleh orang-orang hebat.

Sambutan luar biasa oleh khalayak ramai dengan penuh suka cita saat ia datang dan di tengah-tengah mereka, dan suasana kelabu, hujan tangis, duka mendalam serta ratapan doa jika ia telah pergi meninggalkan mereka.

Orang-orang yang berbahagia tersebut memiliki suatu undang-undang moral tinggi yang bertemakan firman Allah Ta’ala,
”Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.” (QS. Fushshilat : 34)

Mereka menghancurkan dengki dan iri hati orang-orang di sekitarnya dengan keteguhan hati, kesabaran, kemaafan, melupakan segala hal yang menyakitkannya dan selalu mengenang kebaikan yang diberikan kepadanya.

Kata-kata kotor yang terdengar di telinganya tidak sampai masuk ke dalam hatinya, tetapi langsung dibuang jauh sekira tidak akan kembali lagi, dan mereka hidup dalam gelimang ketenangan.

Manusia yang dekat dengannya merasakan keamanan dan kaum muslimin di sekitarnya merasakan kenyamanan.
”Muslim sejati adalah jika manusia selamat dari lisan dan tangannya, dan mukmin sejati adalah jika manusia merasa terjamin darah dan harta bendanya.”
”Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk menyambung orang yang memutus kekerabatanku, memberi maaf orang yang bertindak aniaya kepadaku dan memberi kepada orang yang menolakku.”
”Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ’Imrân : 134).

Allah Ta’ala memberi kabar gembira kepada mereka dengan adanya ganjaran di dunia yang berupa hidup penuh ketenangan, ketenteraman dan kedamaian, serta menyediakan pahala agung di akhirat kelak dengan bertetangga dengan-Nya.
Di taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi; di sisi Tuhan Yang Mahakuasa. (QS. Al-Qamar : 54-55)

Demikian dikutip dari kitab Kuni Aniqah karya Shafa Syamandi.
[Oleh : Abu Syafiq]

*************************

Salam buat istri :

‘Siti Nurjanah’

✿ Zakir Naik Sebut “Muslim Lebih Kristen dari Orang Kristen”, Ini 5 Alasannya.




[Hanya Sebuah Nasehat]
✿ Zakir Naik Sebut “Muslim Lebih Kristen dari Orang Kristen”, Ini 5 Alasannya.

Ceramah Dr Zakir Naik selalu memukau banyak orang. Tak heran, ribuan orang menghadiri ceramah-ceramahnya. Bukan hanya umat Islam, kalangan non muslim pun berduyun-duyun datang.

Salah satu pernyataan Dr Zakir Naik yang sempat diprotes kalangan Kristiani adalah seputar hakikat Kristen.

“Jika Kristen artinya seseorang yang mengikuti ajaran Yesus, maka kami sebagai muslim lebih Kristen daripada orang Kristen sendiri,” kata Dr Zakir Naik sewaktu memberikan ceramah di Shah Alam. “Jika Kristen artinya seorang yang percaya kepada ajaran Yesus, maka aku lebih Kristen daripada orang Kristen sendiri.”

Pernyataan Dr Zakir Naik itu bukan tanpa alasan. Ia menjelaskan, setidaknya ada lima alasan mengapa dirinya sebagaimana umat Islam yang lain lebih Kristen dari orang Kristen.

1]. Sunat (khitan).
Bibel mengatakan bahwa Yesus disunat pada hari kedelapan. Namun hampir semua Kristen tidak disunat, sedangkan semua muslim disunat.

2]. Tidak minum alcohol.
Bibel mengajarkan “jangan minum alkohol” dalam kitab Efesus 5:18 dan kitab Amsal 20:1. Umat Kristen terutama di dunia Barat meminum alkohol sedangkan umat muslim tidak meminum alkohol karena alkohol haram.

3]. Tidak makan babi.
Bibel mengajarkan “jangan makan babi” dalam kitab Imamat 11:7-8, kitab Ulangan 14:8 dan kitab Yesaya 65:2-5. Namun, orang-orang Kristen justru makan babi sedangkan umat Islam tidak makan babi.

4]. Kerudung (hijab).
Bibel mengajarkan agar wanita berhijab dengan menutupi rambutnya. Bibel berkata dalam kitab Ulangan 22:5, Timotius 2:9, Korintus 11:5-6 agar wanita berhijab. Namun wanita Kristen tidak berjilbab sedangkan wanita muslimah berjilbab.

5]. Mengesakan Tuhan
Dalam Matius 4:10, Yesus berkata kepada iblis, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Dr Zakir Naik menegaskan bahwa tidak ada satu pun pernyataan tak ambigu dalam Bibel di mana Yesus sendiri berkata bahwa “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku”.

Orang-orang Kristen menyembah Yesus, sedangkan orang-orang Islam mengesakan Allah sebagaimana ajaran Yesus yang sebenarnya.

[Oleh : Ibnu K]

*************************

Salam buat istri :

‘Siti Nurjanah’
 
;